Petta Lasinrang

Sekitar tahun 1856, keluarga raja dan pembesar kerajaan Sawitto, diliputi suasana bahagia atas lahirnya putra La Tamma yaitu La Sinrang. Kemudian dikenal dengan nama Petta Lolo La Sinrang. Putra La Tamma Addatuang Sawitto ini, dilahirkan di Dolangeng sebuah kota kecil yang terletak kira-kira 17 km sebelah selatan kota Pinrang. Karena ibunya bernama I Raima (Keturunan rakyat biasa) berasal dari Dolangeng.

La Tenri Tatta Arung Palakka (wali pitue) sang pembebas

Maddaremmeng MatinroE ri Bukaka meninggal dunia, maka digantikanlah oleh kemanakannya yang bernama La Tenri Tatta Arung Palakka MalampeE Gemme’na Petta To RisompaE

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, November 1, 2012

GERAKAN MAHASISWA SEBAGAI GERAKAN PEMBERDAYAAN DAN IDENTITAS

Diskurkus tentang mahasiswa dan gerakannya sudah lama menjadi pokok bahasan dalam berbagai kesempatan pada hampir sepanjang tahun. Begitu banyaknya forum-forum diskusi yang diadakan, telah menghasilkan pula pelbagai tulisan, makalah, maupun buku-buku yang diterbitkan tentang hakikat, peranan, dan kepentingan gerakan mahasiswa dalam pergulatan politik kontemporer di Indonesia. Terutama dalam konteks keperduliannya dalam meresponi masalah-masalah sosial politik yang terjadi dan berkembang di tengah masyarakat.
Bahkan, bisa dikatakan bahwa gerakan mahasiswa seakan tak pernah absen dalam menanggapi setiap upaya depolitisasi yang dilakukan penguasa. Terlebih lagi, ketika maraknya praktek-praktek ketidakadilan, ketimpangan, pembodohan, dan penindasan terhadap rakyat atas hak-hak yang dimiliki tengah terancam. Kehadiran gerakan mahasiswa --- sebagai perpanjangan aspirasi rakyat ---- dalam situasi yang demikian itu memang amat dibutuhkan sebagai upaya pemberdayaan kesadaran politik rakyat dan advokasi atas konflik-konflik yang terjadi vis a vis penguasa. Secara umum, advokasi yang dilakukan lebih ditujukan pada upaya penguatan posisi tawar rakyat maupun tuntutan-tuntutan atas konflik yang terjadi menjadi lebih signifikan. Dalam memainkan peran yang demikian itu, motivasi gerakan mahasiswa lebih banyak mengacu pada panggilan nurani atas keperduliannya yang mendalam terhadap lingkungannya serta agar dapat berbuat lebih banyak lagi bagi perbaikan kualitas hidup bangsanya.
Dengan demikian, segala ragam bentuk perlawanan yang dilakukan oleh gerakan mahasiswa lebih merupakan dalam kerangka melakukan koreksi atau kontrol atas perilaku-perilaku politik penguasa yang dirasakan telah mengalami distorsi dan jauh dari komitmen awalnya dalam melakukan serangkaian perbaikan bagi kesejahteraan hidup rakyatnya. Oleh sebab itu, peranannya menjadi begitu penting dan berarti tatkala berada di tengah masyarakat. Saking begitu berartinya, sejarah perjalanan sebuah bangsa pada kebanyakkan negara di dunia telah mencatat bahwa perubahan sosial (social change) yang terjadi hampir sebagian besar dipicu dan dipelopori oleh adanya gerakan perlawanan mahasiswa.
Alasan utama menempatkan mahasiswa beserta gerakannya secara khusus dalam tulisan singkat ini lantaran kepeloporannya sebagai "pembela rakyat" serta keperduliannya yang tinggi terhadap masalah bangsa dan negaranya yang dilakukan dengan jujur dan tegas. Walaupun memang tak bisa dipungkiri, faktor pemihakan terhadap ideologi tertentu turut pula mewarnai aktifitas politik mahasiswa yang telah memberikan konstribusinya yang tak kalah besar dari kekuatan politik lainnya. Oleh karenanya, penulis menyadari bahwa deskripsi singkat dalam artikel ini belum seutuhnya menggambarkan korelasi positif antara pemihakan terhadap ideologi tertentu dengan kepeloporan yang dimiliki dalam menengahi konflik yang ada. Mungkin bisa dikatakan artikel ini lebih banyak mengacu pada refleksi diskursus-diskursus politik kekuasaan otoritarian Orde Baru yang sengit dilakukan di kalangan aktifis mahasiswa dalam dekade 90-an. Di mana sebagian besar gerakan-gerakan mahasiswa yang terjadi kala itu, penulis ikut terlibat di dalamnya. Tentunya, pendekatan analisis dalam artikel ini lebih mengacu pada gerakan mahasiswa pro-demokrasi jauh sebelum maraknya gerakan mahasiswa dalam satu tahun terakhir ini, yang akhirnya mengantarkan pada pengunduran diri Presiden Soeharto.
Pemihakan terhadap ideologi tertentu dalam gerakan mahasiswa memang tak bisa dihindari. Pasalnya, pada diri mahasiswa terdapat sifat-sifat intelektualitas dalam berpikir dan bertanya segala sesuatunya secara kritis dan merdeka serta berani menyatakan kebenaran apa adanya. Maka, diskursus-diskursus kritis seputar konstelasi politik yang tengah terjadi kerap dilakukan sebagai sajian wajib yang mesti disuguhkan serta dianggap sebagai tradisi yang melekat pada kehidupan gerakan mahasiswa.
Pada mahasiswa kita mendapatkan potensi-potensi yang dapat dikualifikasikan sebagai modernizing agents. Praduga bahwa dalam kalangan mahasiswa kita semata-mata menemukan transforman sosial berupa label-label penuh amarah, sebenarnya harus diimbangi pula oleh kenyataan bahwa dalam gerakan mahasiswa inilah terdapat pahlawan-pahlawan damai yang dalam kegiatan pengabdiannya terutama (kalau tidak melulu) didorong oleh aspirasi-aspirasi murni dan semangat yang ikhlas. Kelompok ini bukan saja haus edukasi, akan tetapi berhasrat sekali untuk meneruskan dan menerapkan segera hasil edukasinya itu, sehingga pada gilirannya mereka itu sendiri berfungsi sebagai edukator-edukator dengan cara-caranya yang khas".
Masa selama studi di kampus merupakan sarana penempaan diri yang telah merubah pikiran, sikap, dan persepsi mereka dalam merumuskan kembali masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Kemandegan suatu ideologi dalam memecahkan masalah yang terjadi merangsang mahasiswa untuk mencari alternatif ideologi lain yang secara empiris dianggap berhasil. Maka tak jarang, kajian-kajian kritis yang kerap dilakukan lewat pengujian terhadap pendekatan ideologi atau metodologis tertentu yang diminati. Tatkala, mereka menemukan kebijakan publik yang dilansir penguasa tidak sepenuhnya akomodatif dengan keinginan rakyat kebanyakan, bagi mahasiswa yang committed dengan mata hatinya, mereka akan merasa "terpanggil" sehingga terangsang untuk bergerak.
Dalam kehidupan gerakan mahasiswa terdapat adagium patriotik yang bakal membius semangat juang lebih radikal. Semisal, ungkapan "menentang ketidakadilan dan mengoreksi kepemimpinan yang terbukti korup dan gagal" lebih mengena dalam menggugah semangat juang agar lebih militan dan radikal. Mereka sedikit pun takkan ragu dalam melaksanakan perjuangan melawan kekuatan tersebut. Pelbagai senjata ada di tangan mahasiswa dan bisa digunakan untuk mendukung dalam melawan kekuasaan yang ada agar perjuangan maupun pandangan-pandangan mereka dapat diterima. Senjata-senjata itu, antara lain seperti; petisi, unjuk rasa, boikot atau pemogokan, hingga mogok makan. Dalam konteks perjuangan memakai senjata-senjata yang demikian itu, perjuangan gerakan mahasiswa --- jika dibandingkan dengan intelektual profesional ---- lebih punya keahlian dan efektif.
Kedekatannya dengan rakyat terutama diperoleh lewat dukungan terhadap tuntutan maupun selebaran-selebaran yang disebarluaskan dianggap murni pro-rakyat tanpa adanya kepentingan-kepentingan lain meniringinya. Adanya kedekatan dengan rakyat dan juga kekauatan massif mereka menyebabkan gerakan mahasiswa bisa bergerak cepat berkat adanya jaringan komunikasi antar mereka yang aktif ( ingat teori snow bowling)..
Oleh karena itu, sejarah telah mencatat peranan yang amat besar yang dilakukan gerakan mahasiswa selaku prime mover terjadinya perubahan politik pada suatu negara. Secara empirik kekuatan mereka terbukti dalam serangkaian peristiwa penggulingan, antara lain seperti : Juan Peron di Argentina tahun 1955, Perez Jimenez di Venezuela tahun 1958, Soekarno di Indonesia tahun 1966, Ayub Khan di Paksitan tahun 1969, Reza Pahlevi di Iran tahun 1979, Chun Doo Hwan di Korea Selatan tahun 1987, Ferdinand Marcos di Filipinan tahun 1985, dan Soeharto di Indonesia tahun 1998. Akan tetapi, walaupun sebagian besar peristiwa pengulingan kekuasaan itu bukan menjadi monopoli gerakan mahasiswa sampai akhirnya tercipta gerakan revolusioner. Namun, gerakan mahasiswa lewat aksi-aksi mereka yang bersifat massif politis telah terbukti menjadi katalisator yang sangat penting bagi penciptaan gerakan rakyat dalam menentang kekuasaan tirani.

Mengenal Lebih Dekat Ilmu Mantiq (Logika)

Definisi dan Urgensi Mantiq

Mantiq adalah alat atau dasar yang penggunaannya akan menjaga kesalahan dalam berpikir.
Lebih jelasnya, Mantiq adalah sebuah ilmu yang membahas tentang alat dan formula berpikir, sehingga seseorang yang menggunakannya akan selamat dari cara berpikir salah. Manusia sebagai makhluk yang berpikir tidak akan lepas dari berpikir. Namun, saat berpikir, manusia seringkali dipengaruhi oleh berbagai tendensi, emosi, subyektifitas dan lainnya sehingga ia tidak dapat berpikir jernih, logis dan obyektif. Mantiq merupakan upaya agar seseorang dapat berpikir dengan cara yang benar, tidak keliru.
Sebelum kita pelajari masalah-masalah mantiq, ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan "berpikir".
Berpikir adalah proses pengungkapan sesuatu yang misteri (majhul atau belum diketahui) dengan mengolah pengetahuan-pengetahuan yang telah ada dalam benak kita (dzihn) sehingga yang majhul itu menjadi ma'lûm (diketahui).

Faktor-Faktor Kesalahan Berpikir
1.         Hal-hal yang dijadikan dasar (premis) tidak benar.
2.         Susunan atau form yang menyusun premis tidak sesuai dengan kaidah mantiq yang benar.
Argumentasi (proses berpikir) dalam alam pikiran manusia bagaikan sebuah bangunan. Suatu bangunan akan terbentuk sempurna jika tersusun dari bahan-bahan dan konstruksi bangunan yang sesuai dengan teori-teori yang benar. Apabila salah satu dari dua unsur itu tidak terpenuhi, maka bangunan tersebut tidak akan terbentuk dengan baik dan sempurna.
Sebagai misal, "[1] Socrates adalah manusia; dan [2] setiap manusia bertindak zalim; maka [3] Socrates bertindak zalim". Argumentasi semacam ini benar dari segi susunan dan formnya. Tetapi, salah satu premisnya salah yaitu premis yang berbunyi "Setiap manusia bertindak zalim", maka konklusinya tidak tepat. Atau misal, "[1] Socrates adalah manusia; dan [2] Socrates adalah seorang ilmuwan", maka "[3] manusia adalah ilmuwan". Dua premis ini benar tetapi susunan atau formnya tidak benar, maka konklusinya tidak benar. (Dalam pembahasan qiyas nanti akan dijelaskan susunan argumentasi yang benar, pen).

Ilmu dan Idrak
Dua kata di atas, Ilmu dan Idrak, mempunyai makna yang sama (sinonim). Dalam ilmu mantiq, kedua kata ini menjadi bahasan yang paling penting karena membahas aspek terpenting dalam pikiran manusia, yakni ilmu. Oleh karena itu, makna ilmu sendiri perlu diperjelas. Para ahli mantiq (mantiqiyyin) mendefinisikan ilmu sebagai berikut:
Ilmu adalah gambaran tentang sesuatu yang ada dalam benak (akal).
Benak atau pikiran kita tidak lepas dari dua kondisi yang kontradiktif, yaitu ilmu dan jahil (ketidak tahuan). Pada saat keluar rumah, kita menyaksikan sebuah bangunan yang megah dan indah, dan pada saat yang sama pula tertanam dalam benak gambaran bangunan itu. Kondisi ini disebut "ilmu". Sebaliknya, sebelum menyaksikan bangunan tersebut, dalam benak kita tidak ada gambaran itu. Kondisi ini disebut "jahil".
Pada kondisi ilmu, benak atau akal kita terkadang hanya [1] menghimpun gambaran dari sesuatu saja (bangunan, dalam misal). Terkadang kita tidak hanya menghimpun tetapi juga [2] memberikan penilaian atau hukum (judgement). (Misalnya, bangunan itu indah dan megah). Kondisi ilmu yang pertama disebut tashawwur dan yang kedua disebut tashdiq.
Jadi tashawwur hanya gambaran akan sesuatu dalam benak. Sedangkan tashdiq adalah penilaian atau penetapan dengan dua ketetapan: "ya" atau "tidak/bukan". Misalnya, "air itu dingin", atau "air itu tidak dingin"; "manusia itu berakal", atau "manusia itu bukan binatang" dan lain sebagainya.
Kesimpulan, ilmu dibagi menjadi dua; tashawwuri dan tashdiqi.

Dharuri dan Nadzari
Ilmu tashawwuri dan ilmu tashdiqi mempunyai dua macam: dharuri dan nadzari. Dharuri adalah ilmu yang tidak membutuhkan pemikiran lagi (aksiomatis). Nadzari adalah ilmu yang membutuhkan pemikiran.
Lebih jelasnya, dharuri (sering juga disebut badihi) adalah ilmu dan pengetahuan yang dengan sendirinya bisa diketahui tanpa membutuhkan pengetahuan dan perantaraan ilmu yang lain. Jadi Ilmu tashawwuri dharuri adalah gambaran dalam benak yang dipahami tanpa sebuah proses pemikiran. Contoh: 2 x 2 = 4; 15 x 15 = 225 atau berkumpulnya dua hal yang kontradiktif adalah mustahil (tidak mungkin terjadi) adalah hal yang dharuri. Sedangkan nadzari dapat diketahui melalui sebuah proses pemikiran atau melalui pengetahuan yang sudah diketahui sebelumnya. (Lihat kembali definisi berpikir). Jadi ilmu tashawwuri nadzari adalah gambaran yang ada dalam benak yang dipahami melalui proses pemikiran. Contoh: bumi itu bulat adalah hal yang nadzari.

Kulli dan Juz'i
Pembahasan tentang kulli (general) dan juz'i (parsial) secara esensial sangat erat kaitannya dengan tashawwur dan juga secara aksidental berkaitan dengan tashdiq.

Kulli adalah tashawwur (gambaran benak) yang dapat diterapkan (berlaku) pada beberapa benda di luar.
Misalnya: gambaran tentang manusia dapat diterapkan (berlaku) pada banyak orang; Budi, Novel, Yani dan lainnya.

Juz'i adalah tashawwur yang dapat diterapkan (berlaku) hanya pada satu benda saja.
Misalnya: gambaran tentang Budi hanya untuk seorang yang bernama Budi saja.
Manusia dalam berkomunikasi tentang kehidupan sehari-hari menggunakan tashawwur-thasawwur yang juz'i. Misalnya: Saya kemarin ke Jakarta; Adik saya sudah mulai masuk sekolah; Bapak saya sudah pensiun dan sebagainya. Namun, yang dipakai oleh manusia dalam kajian-kajian keilmuan adalah tashawwur-thasawwur kulli, yang sifatnya universal. Seperti: 2 x 2 = 4; Orang yang beriman adalah orang bertanggung jawab atas segala perbuatannya; Setiap akibat pasti mempunyai sebab dan lain sebagainya.
Dalam ilmu mantiq kita akan sering menggunakan kulli (gambaran-gambaran yang universal), dan jarang bersangkutan dengan juz'i.

Nisab Arba'ah
Dalam benak kita terdapat banyak tashawwur yang bersifat kulli dan setiap yang kulli mempunyai realita (afrad) lebih dari satu. (Lihat definisi kulli ). Kemudian antara tashawwur kulli yang satu dengan yang lain mempunyai hubungan (relasi). Ahli mantiq menyebut bentuk hubungan itu sebagai "Nisab Arba'ah". Mereka menyebutkan bahwa ada empat kategori relasi: [1] Tabâyun (diferensi), [2] Tasâwi (ekuivalensi), [3] Umum wa khusus Mutlaq (implikasi) dan [4] Umum wa Khusus Minwajhin (asosiasi).
1.         Tabâyunadalah dua tashawwur kulli yang masing-masing dari keduanya tidak bisa diterapkan pada seluruh afrad tashawwur kulli yang lain. Dengan kata lain, afrad kulli yang satu tidak mungkin sama dan bersatu dengan afrad kulli yang lain. Misal: tashawwur manusia dan tashawwur batu. Kedua tashawwur ini sangatlah berbeda dan afradnya tidak mungkin sama. Setiap manusia pasti bukan batu dan setiap batu pasti bukan manusia.
2.         Tasâwiadalah dua tashawwur kulli yang keduanya bisa diterapkan pada seluruh afrad kulli yang lain. Misal: tashawwur manusia dan tashawwurt berpikir. Artinya setiap manusia dapat berpikir dan setiap yang berpikir adalah manusia.
3.         Umum wa khusus mutlakadalah dua tashawwur kulli yang satu dapat diterapkan pada seluruh afrad kulli yang lain dan tidak sebaliknya. Misal: tashawwur hewan dan tashawwur manusia. Setiap manusia adalah hewan dan tidak setiap hewan adalah manusia. Afrad tashawwur hewan lebih umum dan lebih luas sehingga mencakup semua afrad tashawwur manusia.
4.         Umum wa khusus min wajhin adalah dua tashawwur kulli yang masing-masing dari keduanya dapat diterapkan pada sebagian afrad kulli yang lain dan sebagian lagi tidak bisa diterapkan. Misal: tashawwur manusia dan tashawwur putih. Kedua tashawwur kulli ini bersatu pada seorang manusia yang putih, tetapi terkadang keduanya berpisah seperti pada orang yang hitam dan pada kapur tulis yang putih.
  Hudud dan Ta'rifat
Kita sepakat bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui (majhul). Dan sesuai dengan fitrah, kita selalu ingin dan mencari tahu tentang hal-hal yang masih majhul.
Pertemuan lalu telah dibahas bahwa manusia memiliki ilmu dan pengetahuan (ma'lûm), baik tashawwuri ataupun tashdiqi. Majhul (jahil) sebagai anonim dari ma'lûm (ilmu), juga terbagi menjadi dua majhul tashawwuri dan majhul tashdiqi. Untuk mengetahui hal-hal majhul tashawwuri, kita membutuhkan ma'lûm tashaswwuri. (Lihat definisi berpikir. Pencarian majhul tashawwur dinamakan "had" atau "ta'rif".
Had/ta'rif adalah sebuah jawaban dan keterangan yang didahului pertanyaan "Apa?".
Saat menghadapi sesuatu yang belum kita ketahui (majhul), kita akan segara bertanya "apa itu?". Artinya, kita bertanya tentang esensi dan hakikat sesuatu itu. Jawaban dan keterangan yang diberikan adalah had (definisi) dari sesuatu itu.
Oleh karena itu, dalam disiplin ilmu, mendefinisikan suatu materi yang akan dibahas penting sekali sebelum membahas lebih lanjut masalah-masalah yang berkaitan dengannya. Perdebatan tentang sesuatu materi akan menjadi sia-sia kalau definisinya belum jelas dan disepakati. Ilmu mantiq bertugas menunjukkan cara membuat had atau definisi yang benar.

Macam-Macam Definisi (Ta'rif)
Setiap definisi bergantung pada kulli yang digunakan. Ada lima kulli yang digunakan untuk mendefinisikan majhul tashawwuri (biasa disebut "kulliyat khamsah"). Lima kulli itu adalah: [1] Nau' (spesies), [2] jins (genius), [3] fashl (diferentia), [4] 'aradh 'aam (common accidens) dan [5] 'aradh khas (proper accidens). Pembahasan tentang kulliyat khamsah ini secara detail termasuk pembahasan filsafat, bukan pembahasan mantiq.
1.         Had Tâm, adalah definisi yang menggunakan jins dan fashl untuk menjelaskan bagian-bagian dari esensi yang majhul. Misal: Apakah manusia itu? Jawabannya adalah "Hewan yang berpikir (natiq)". "Hewan" adalah jins manusia, dan "berpikir" adalah fashl manusia. Keduanya merupakan bagian dari esensi manusia.
2.         Had Nâqish, adalah definisi yang menggunakan jins saja. Misal: "Manusia adalah hewan". Hewan adalah salah satu dari esensi manusia.
3.         Rasam Tâm, adalah definisi yang mengunakan 'ardh khas. Misal: "Manusia adalah wujud yang berjalan, tegak lurus dan dapat tertawa". "Maujud yang berjalan", "tegak lurus" dan "tertawa" bukan bagian dari esensi manusia, tetapi hanya bagian yang eksiden.
4.         Rasam Nâqish, adalah definisi yang menggunakan 'ardh 'âm, misalnya, "Manusia adalah wujud yang berjalan".
Qadhiyyah (Proposisi)
Sebagaimana yang telah kita ketahui, tashdiqi adalah penilaian dan penghukuman atas sesuatu dengan sesuatu yang lain (seperti: gunung itu indah; manusia itu bukan kera dan lain sebagainya). Atas dasar itu, tashdiq berkaitan dengan dua hal: maudhu' dan mahmul ("gunung" sebagai maudhu' dan "indah" sebagai mahmul). Gabungan dari dua sesuatu itu disebut qadhiyyah (proposisi).

Macam-macam Qadhiyyah.
Setiap qadhiyyah terdiri dari tiga unsur: 1) mawdhu', 2) mahmul dan 3) rabithah (hubungan antara mawdhu' dan mahmul). Berdasarkan masing-masing unsur itu, qadhiyyah dibagi menjadi beberapa bagian.
Berdasarkan rabithah-nya, qadhiyyah dibagi menjadi dua: hamliyyah (proposisi kategoris) dan syarthiyyah (proposisi hipotesis).
Qadhiyyah hamliyyah adalah qadhiyyah yang terdiri dari mawdhu', mahmul dan rabithah.
Lebih jelasnya, ketika kita membayangkan sesuatu, lalu kita menilai atau menetapkan atasnya sesuatu yang lain, maka sesuatu yang pertama disebut mawdhu' dan sesuatu yang kedua dinamakan mahmul dan yang menyatukan antara keduanya adalah rabithah. Misalnya: "gunung itu indah". "Gunung" adalah mawdhu', "indah" adalah mahmul dan "itu" adalah rabithah (Qadhiyyah hamliyyah, proposisi kategorik)
Terkadang kita menafikan mahmul dari mawdhu'. Misalnya, "gunung itu tidak indah". Yang pertama disebut qadhiyyah hamliyyah mujabah (afirmatif) dan yang kedua disebut qadhiyyah hamliyyah salibah (negatif).
Qadhiyyah syarthiyyah terbentuk dari dua qadhiyyah hamliyah yang dihubungkan dengan huruf syarat seperti, "jika" dan "setiap kali".
Contoh: jika Tuhan itu banyak, maka bumi akan hancur. "Tuhan itu banyak" adalah qadhiyyah hamliyah; demikian pula "bumi akan hancur" sebuah qadhiyyah hamliyah. Kemudian keduanya dihubungkan dengan kata "jika". Qadhiyyah yang pertama (dalam contoh, Tuhan itu banyak) disebut muqaddam dan qadhiyyah yang kedua (dalam contoh, bumi akan hancur) disebut tali.
Qadhiyyah syarthiyyah dibagi menjadi dua: muttasilah dan munfasilah. Qadhiyyah syarthiyyah yang menggabungkan antara dua qadhiyyah seperti contoh di atas disebut muttasilah, yang maksudnya bahwa adanya "keseiringan" dan "kebersamaan" antara dua qadhiyyah. Tetapi qadhiyyah syarthiyyah yang menunjukkan adanya perbedaan dan keterpisahan antara dua qadhiyyah disebut munfasilah, seperti, Bila angka itu genap, maka ia bukan ganjil. Antara angka genap dan angka ganjil tidak mungkin kumpul.
Qadhiyyah Mahshurah dan Muhmalah
Pembagian qadhiyyah berdasarkan mawdhu'-nya dibagi menjadi dua: mahshurah dan muhmalah. Mahshurah adalah qadhiyyah yang afrad (realita) mawdhu'-nya ditentukan jumlahnya (kuantitasnya) dengan menggunakan kata "semua" dan "setiap" atau "sebagian" dan "tidak semua". Contohnya, semua manusia akan mati atau sebagian manusia pintar. Sedangkan dalam muhmalah jumlah afrad mawdhu'-nya tidak ditentukan. Contohnya, manusia akan mati, atau manusia itu pintar.
Dalam ilmu mantiq, filsafat, eksakta dan ilmu pengetahuan lainnya, qadhiyyah yang dipakai adalah qadhiyyah mahshurah.
Qadhiyyah mahshurah terkadang kulliyah (proposisi determinatif general) dan terkadang juz'iyyah (proposisi determinatif partikular) dan qadhiyyah sendiri ada yang mujabah (afirmatif) dan ada yang salibah (negatif) . Maka qadhiyyah mahshurah mempunyai empat macam:
1.         Mujabah kulliyyah: Setiap manusia adalah hewan
2.         Salibah kulliyyah: Tidak satupun manusia yang berupa batu.
3.         Mujabah juz'iyyah: Sebagian manusia pintar
4.         Salibah juz'iyyah: Sebagian manusia bukan laki-laki.
Sebenarnya masih banyak lagi pembagian qadhiyyah baik berdasarkan mahmul-nya (qadhiyyah muhassalah dan mu'addlah), atau jihat qadhiyyah (dharuriyyah, daimah dan mumkinah) dan qadhiyyah syarthiyyah muttasilah (haqiqiyyah, maani'atul jama' dan maani'atul khulw). Namun qadhiyyah yang paling banyak dibahas dalam ilmu filsafat, mantiq dan lainnya adalah qadhiyyah mahshurah.
Hukum-Hukum Qadhiyyah
Setelah kita ketahui definisi dan pembagian qadhiyyah, maka pembahasan berikutnya adalah hubungan antara masing-masing dari empat qadhiyyah mahshurah. Pada pembahasan terdahulu telah kita ketahui bahwa terdapat empat macam hubungan antara empat tashawwuri kulli: [1] tabâyun, [2] tasâwi, [3] umum wa khusus mutlak dan [4] umum wa khusus min wajhin. Demikian pula terdapat empat macam hubungan antara masing-masing empat qadhiyyah mahshurah: [1] tanaqudh, [2] tadhadd, [3] dukhul tahta tadhadd dan [4] tadakhul.
1.         Tanaqudh (mutanaqidhain [kontradiktif]) adalah dua qadhiyyah yang mawdhu' dan mahmul-nya sama, tetapi kuantitas (kam) dan kualitasnya (kaif) berbeda, yakni yang satu kulliyah mujabah dan yang lainnya juz'iyyah salibah. Misalnya, "Semua manusia hewan" (kulliyyah mujabah) dengan "Sebagian manusia bukan hewan" (juz'iyyah salibah).
2.         Tadhad (kontrariatif) adalah dua qadhiyah yang sama kuantitasnya (keduanya kulliyyah), tetapi yang satu mujabah dan yang lain salibah. Misalnya, "Semua manusia dapat berpikir" (kulliyyah mujabah) dengan "Tidak satupun dari manusia dapat berpikir" (kulliyyah salibah).
3.         Dukhul tahta tadhad (dakhilatain tahta tadhad [interferensif sub-kontrariatif]) adalah dua qadhiyyah yang sama kuantitasnya (keduanya juz'iyyah), tetapi yang satu mujabah dan lain salibah. Misalnya: "Sebagian manusia pintar" (juz'iyyah mujabah) dengan "Sebagian manusia tidak pintar" (juz'iyyah salibah).
4.         Tadakhul (mutadakhilatain [interferensif]) adalah dua qadhiyyah yang sama kualitasnya tetapi kuantitasnya berbeda. Misalnya: "Semua manusia akan mati" (kulliyyah mujabah) dengan "Sebagian manusia akan mati" (juz'iyyah mujabah) atau "Tidak satupun dari manusia akan kekal" (kulliyyah salibah) dengan "Sebagian manusia tidak kekal" (juz'iyyah salibah). Dua qadhiyyah ini disebut pula
Hukum dua qadhiyyah mutanaqidhain (kontradiktif) jika salah satu dari dua qadhiyyah itu benar, maka yang lainnya pasti salah. Demikian pula jika yang satu salah, maka yang lainnya benar. Artinya tidak mungkin (mustahil) keduanya benar atau keduanya salah. Dua qadhiyyah biasa dikenal dengan ijtima' al naqidhain mustahil (kombinasi kontradiktif).
Hukum dua qadhiyyah mutadhaddain (kontrariatif), jika salah satu dari dua qadhiyyah itu benar, maka yang lain pasti salah. Tetapi, jika salah satu salah, maka yang lain belum tentu benar. Artinya keduanya tidak mungkin benar, tetapi keduanya mungkin salah.
Hukum dua qadhiyyah dakhlatain tahta tadhad (interferensif sub-kontrariatif), jika salah satu dari dua qadhiyyah itu salah, maka yang lain pasti benar. Tetapi, jika yang satu benar, maka yang lain belum tentu salah. Dengan kata lain, kedua qadhiyyah itu tidak mungkin salah, tetapi mungkin saja keduanya benar.
Hukum dua qadhiyyah mutadakhilatain (interferentif), berbeda dengan masalah tashawwuri. (Lihat pembahasan tentang nisab arba'ah, pen); bahwa tashawwur kulli (misalnya, manusia) lebih umum dari tashawwur juz'i (misalnya, Ali).
Di sini, qadhiyyah kulliyyah lebih khusus dari qadhiyyah juz'iyyah. Artinya, jika qadhiyyah kulliyyah benar, maka qadhiyyah juz'iyyah pasti benar. Tetapi, jika qadhiyyah juz'iyyah benar, maka qadhiyyah kulliyyah belum tentu benar. Misalnya, jika "setiap A adalah B" (qadhiyyah kulliyyah), maka pasti "sebagian A pasti B". Tetapi jika "sebagian A adalah B", maka belum pasti "setiap A adalah B".

Tanaqudh
Salah satu hukum qadhiyyah yang menjadi dasar semua pembahasan mantiq dan filsafat adalah hukum tanaqudh (hukum kontradiksi). Para ahli mantiq dan filsafat menyebutkan bahwa selain mawdhu' dan mahmul dua qadhiyyah mutanaqidhain itu harus sama, juga ada beberapa kesamaan dalam kedua qadhiyyah tersebut. Kesamaan itu terletak pada:
1.         Kesamaan tempat (makan)
2.         Kesamaan waktu (zaman)
3.         Kesamaan kondisi (syart)
4.         Kesamaan korelasi (idhafah)
5.         Kesamaan pada sebagian atau keseluruhan (juz dan kull )
6.         Kesamaan dalam potensi dan aktual (bil quwwah dan bil fi'li).
Qiyas (silogisme)
Pembahasan tentang qadhiyyah sebenarnya pendahuluan dari masalah qiyas, sebagaimana pembahasan tentang tashawwur sebagai pendahuluan dari hudud atau ta'rifat. Dan sebenarnya inti pembahasan mantiq adalah hudud dan qiyas.
Qiyas adalah kumpulan dari beberapa qadhiyyah yang berkaitan yang jika benar, maka dengan sendirinya (li dzatihi) akan menghasilkan qadhiyyah yang lain (baru).
Sebelum kita lebih lnjut membahas tentang qiyas, ada baiknya kita secara sekilas beberapa macam hujjah (argumentasi ). Manusia disaat ingin mengetahui hal-hal yang majhul, maka terdapat tiga cara untuk mengetahuinya:
1.         Pengetahuan dari juz'i ke juz'i yang lain. Argumenatsi ini sifatnya horisontal, dari sebuah titik yang parsial ke titik parsial lainnya. Argumentasi ini disebut tamtsil (analogi).
2.         Pengetahuan dari juz'i ke kulli. Atau dengan kata lain, dari khusus ke umum (menggeneralisasi yang parsial) Argumentasi ini bersifat vertikal, dan disebut istiqra' (induksi).
3.         Pengetahuan dari kulli ke juz'i. Atau dengan kata lain, dari umum ke khusus. Argumentasi ini disebut qiyas (silogisme).
Macam-macam Qiyas
Qiyas dibagi menjadi dua; iqtirani (silogisme kategoris) dan istitsna'i (silogisme hipotesis). Sesuai dengan definisi qiyas di atas, satu qadhiyyah atau beberapa qadhiyyah yang tidak dikaitkan antara satu dengan yang lain tidak akan menghasilkan qadhiyyah baru. Jadi untuk memberikan hasil (konklusi) diperlukan beberapa qadhiyyah yang saling berkaitan. Dan itulah yang namanya qiyas.
1. Qiyas Iqtirani
Qiyas iqtirani adalah qiyas yang mawdhu' dan mahmul natijahnya berada secara terpisah pada dua muqaddimah. Contoh: "Kunci itu besi" dan "setiap besi akan memuai jika dipanaskan", maka "kunci itu akan memuai jika dipanaskan". Qiyas ini terdiri dari tiga qadhiyyah; [1] Kunci itu besi, [2] setiap besi akan memuai jika dipanaskan dan [3] kunci itu akan memuai jika dipanaskan.
Qadhiyyah pertama disebut muqaddimah shugra (premis minor), qadhiyyah kedua disebut muqaddimah kubra (premis mayor) dan yang ketiga adalah natijah (konklusi).
Natijah merupakan gabungan dari mawdhu' dan mahmul yang sudah tercantum pada dua muqaddimah, yakni, "kunci" (mawdhu') dan "akan memuai jika dipanaskan" (mahmul). Sedangkan "besi" sebagai had awshat.
Yang paling berperan dalam qiyas adalah penghubung antara mawdhu' muqadimah shugra dengan mahmul muqaddimah kubra. Penghubung itu disebut had awsath. Had awsath harus berada pada kedua muqaddimah (shugra dan kubra) tetapi tidak tecantum dalam natijah. (Lihat contoh, pen).

Empat Bentuk Qiyas Iqtirani
Qiyas iqtirani kalau dilihat dari letak kedudukan had awsath-nya pada muqaddimah shugra dan kubra mempunyai empat bentuk :
1. Syakl Awwal adalah Qiyas yang had awsth-nya menjadi mahmul pada muqaddimah shugra dan menjadi mawdhu' pada muqaddimah kubra. Misalnya, "Setiap Nabi itu makshum", dan "setiap orang makshum adalah teladan yang baik", maka "setiap nabi adalah teladan yang baik". "Makshum" adalah had awsath, yang menjadi mahmul pada muqaddimah shugra dan menjadi mawdhu' pada muqaddimah kubra.
Syarat-syarat syakl awwal.
Syakl awwal akan menghasilkan natijah yang badihi (jelas dan pasti) jika memenuhi dua syarat berikut ini:
a.         Muqaddimah shugraharus mujabah.
b.         Muqaddimah kubraharus kulliyah.
2. Syakl Kedua adalah Qiyas yang had awshat-nya menjadi mahmul pada kedua muqaddimah-nya. Misalnya, "Setiap nabi makshum", dan "tidak satupun pendosa itu makshum", maka "tidak satupun dari nabi itu pendosa".
Syarat-syarat syakl kedua.
a.         Kedua muqaddimah harus berbeda dalam kualitasnya (kaif, yakni mujabah dan salibah).
b.         Muqaddimah kubraharus kulliyyah.
3. Syakl Ketiga adalah Qiyas yang had awshat-nya menjadi mawdhu' pada kedua muqaddimahnya. Misalnya, "Setiap nabi makshum", dan "sebagian nabi adalah imam", maka "sebagian orang makshum adalah imam".
Syarat-syarat Syakl ketiga.
a.         Muqaddimah sughraharus mujabah.
b.         Salah satu dari kedua muqaddimah harus kulliyyah.
4. Syakal Keempat adalah Qiyas yang had awsath-nya menjadi mawdhu' pada muqaddimah shugra dan menjadi mahmul pada muqaddimah kubra (kebalikan dari syakl awwal.)
Syarat-syarat Syakl keempat.
a.         Kedua muqaddimahnya harus mujabah.
b.         Muqaddimah shugraharus kulliyyah. Atau
c.         Kedua muqaddimahnya harus berbeda kualitasnya (kaif)
d.         Salah satu dari keduanya harus kulliyyah.
Catatan: Menurut para mantiqiyyin, bentuk qiyas iqtirani yang badihi (jelas sekali) adalah yang pertama sedangkan yang kedua dan ketiga membutuhkan pemikiran. Adapun yang keempat sangat sulit diterima oleh pikiran. Oleh karena itu Aristoteles sebagai penyusun mantiq yang pertama tidak mencantumkan bentuk yang keempat.

2. Qiyas Istitsna'i
Berbeda dengan qiyas iqtirani, qiyas ini terbentuk dari qadhiyyah syarthiyyah dan qadhiyyah hamliyyah. Misalnya, "Jika Muhammad itu utusan Allah, maka dia mempunyai mukjizat. Oleh karena dia mempunyai mukjizat, berarti dia utusan Allah". Penjelasannya: "Jika Muhammad itu utusan Allah, maka dia mempunyai mukjizat" adalah qadhiyyah syarthiyyah yang terdiri dari muqaddam dan tali (lihat definisi qadhiyyah syarthiyyah), dan "Dia mempunyai mukjizat" adalah qadhiyyah hamliyyah. Sedangkan "maka dia mempunyai mukjizat" adalah natijah. Dinamakan istitsna'i karena terdapat kata " tetapi", atau "oleh karena". Macam-Macam Qiyas istitsna'i (silogisme) Ada empat macam qiyas istitsna'i: Muqaddam positif dan tali positif. Misalnya, "Jika Muhammad utusan Allah, maka dia mempunyai mukjizat. Tetapi Muhammad mempunyai mukjizat berarti Dia utusan Allah". Muqaddam negatif dan tali positif. Misalnya, "Jika Tuhan itu tidak satu, maka bumi ini akan hancur. Tetapi bumi tidak hancur, berarti Tuhan satu (tidak tidak satu)". Tali negatif dan muqaddam negatif. Misalnya, "Jika Muhammad bukan nabi, maka dia tidak mempunyai mukjizat. Tetapi dia mempunyai mukjizat, berarti dia Nabi (bukan bukan nabi)". Tali negatif dan muqaddam positif. Misalnya, "Jika Fir'aun itu Tuhan, maka dia tidak akan binasa. Tetapi dia binasa, berarti dia bukan Tuhan".
(Makalah Ust. Husein Al-Kaff dalam Kuliah Logika   "Pengantar Menuju Filsafat Islam" di Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad pada tanggal 25 Oktober - 1 November 1999 M)


Friday, June 8, 2012

SEJARAH PEMBANTAIAN DI NANJING


Tahun ini genap 60 tahun kemenangan perang melawan Jepang di Tiongkok dan perang anti-fasis di dunia. Untuk memperingati hari kemenangan perang anti -fasis di seluruh dunia dan memperingatkan setiap orang Tiongkok jangan melupakan sejarah agresi yang berdarah itu, kami membuat acara khusus untuk menceritakan peristiwa "Pembantaian Besar Nanjing" waktu agresor Jepang menduduki Kota Nanjing bagian timur Tiongkok.
Pada tgl 13 Desember tahun 1937, sekitar 200 ribu agresor Jepang menduduki Kota Nanjing ibu kota Tiongkok waktu itu, dan segera setelah itu agresor Jepang menjalankan pembantaian biadab terhadap penduduk damai dan orang militer yang sudah meletakkan senjata di kota itu. Hanya dalam waktu 6 pekan, 300 ribu penduduk Tiongkok telah direnggut nyawanya di bawah todongan senapan serdadu Jepang, di antaranya termasuk 90 ribu orang tahanan. Inilah peristiwa "Pembantaian besar Nanjing"yang terkenal dalam Perang Dunia Kedua.
Nenek Xia Shuqin yang berusia 77 tahun adalah salah satu korban pembantaian Nanjing yang masih hidup. Ketika mengenang hari seram 69 tahun yang lalu itu, Nenek Xia Shuqin dengan air mata berlinang-linang mengatakan, hanya dalam setengah hari saja, serdadu Jepang telah menghancurkan keluarganya beranggota 9 orang yang bahagia.
Nenek itu menceritakan, "Pada hari itu serdadu Jepang menggedor pintu dengan bengis. Ayah saya yang pergi membuka pintu ditembak mati seketika itu. Ibu saya yang menggendong adik prempuanku bersama seorang ibu dan 2 anak tetangga bersembunyi di bawah meja. Ketika itu serdadu Jepang menyeret ibu saya dari bawah meja, dengan sangkur tempur menusuk mati adikku dan menelanjangi ibu saya. Kakak beradik 4 orang kami bersembunyi di ranjang, kemudian dua kakak prempuanku diseret dan diperkosa oleh serdadu Jepang sedangkan saya ditusuk 3 kali
Dengan demikian, pagi hari tgl 13 Desember tahun 1937, 7 dari 9 anggota keluarga Xia Shuqin yang tinggal di jalan Xinlukou nomor 5 Kota Nanjing itu dibunuh tak beralasan oleh serdadu Jepang. Di antaranya ibu dan 2 orang kakak prempuannya sebelum dibunuh diperkosa oleh serdadu Jepang. Keluarga Xia hanya tersisa Xia Shuqin berusia 8 tahun dan Xia Shuyun berusia 4 tahun waktu itu. Setelah serdadu Jepang pergi, dalam 14 hari kedua gadis kecil itu mengisi perut dengan sedikit beras goring sangan dan kerak nasi di samping jenazah anggota keluarga sampai akhirnya ditemukan tetangga.
Nenek Xia Shuqin mengatakan, selama ia masih hidup di bumi ini ia akan memberikan kesaksian atas pembantaian besar itu, dan berjuang menentang kekuatan ultrakanan Jepang yang menyangkal " Pembantaian Basar Nanjing" dan mengungkapkan kenyataan sejarah sebenarnya kepada rakyat seluruh dunia.
Kenyataan dibunuhnya keluarga Xia juga direkam dengan kamera oleh pendeta Amerika Serikat John Magge. Magge waktu itu sebagai Ketua Dewan Nanjing Palang Merah Internasional ketika diberi tahu perkara pembunuhan keluarga Xia itu, ia segera pergi ke rumah Xia di jalan Xinlukou itu dan memotret kejadian tersebut. Selain itu ia juga memberi-tahu kejadian itu kepada tokoh-tokoh warga asing yang tinggal di Nanjing dan kejadian itu dicatat dalam buku catatan harian warga Jerman John Rabe dan bahan " arsip zone keamanan Nanjing".
Sementara itu terdapat pula foto dalam jumlah besar yang merekam adegan sejarah yang berdarah. Di antaranya sebagian disimpan oleh seorang korban pembantaian yang masih hidup bernama Lu Jing. Waktu agresor Jepang menduduki Kota Nanjing, ia adalah seorang magang di sebuah studio foto. Foto-foto yang merekam adegan kejam pembunuhan terhadap warga Tiongkok itu dibuat oleh serdadu Jepang sendiri. Ia dengan sembunyi-sembunyi mengambil sejumlah dari foto yang diantar serdadu Jepang ke tokonya untuk dicetak. Lu Jing orang tua yang sudah meninggal dunia tahun lalu itu sebelumnya ia dalam wawancara dengan wartawan kami menceritakan:" Ketika itu saya mencuci foto-foto yang diberikan serdadu Jepang, sangatlah menakutkan, di antaranya ada yang pemenggalan kepala orang Tiongkok. Saya memberi tahu kepada majikan saya dan kemudian saya memutuskan untuk menyimpan dengan sembunyi-sembunyi foto-foto tersebut sebagai bukti untuk kemudian hari."
Foto-foto sebagai bukti Pembantaian Besar Nanjing itu disimpan terus sampai saat kemenangan perang melawan Jepang dan diserahkan kepada Pengadilan Militer Nanjing sebagai bukti untuk mengadili penjahat perang Jepang.
Sejarah tidak dapat dilupakan, lebih-lebih tidak dapat diubah. Kalau tidak, tragedi itu akan terjadi berulang kali. Mahasiswa Jepang yang belajar di Universitas Peking Yoshi Kazu Kato mengatakan kepada wartawan, yang penting adalah jangan melupakan sejarah.
Ia mengatakan, " Sebagai seorang muda saya berpendapat adalah kenyataan Jepang mengagresi Tiongkok. Kedua negara hendaknya mengadakan pertukaran dan kerja sama di atas dasar dengan tepat memperlakukan sejarah."
Justru seperti yang dikatakan oleh mahasiswa Jepang itu, bahwa tidak hanya rakyat Tiongkok yang memperingati ulang tahun ke-60 kemenangan melawan Jepang, tetapi hari kemenangan itu juga patut diperingati oleh rakyat Jepang dan rakyat seluruh dunia. Karena kemenangan perang melawan Jepang tidak saja mengakhiri malapetaka besar rakyat Tiongkok , Asia dan negara-negara lainnya, tetapi juga mengakhiri penderitaan rakyat Jepang akibat perang tersebut. Memperingati sejarah bertujuan justru untuk membuat rakyat kedua negara mengenal sejarah dan "bercermin pada sejarah dan berorientasi ke masa depan", supaya persahabatan dan hubungan kerja sama bersahabat antara kedua negara Tiongkok dan Jepang dipelihara dengan lebih baik.

Adolf hitler dan kisah Holocaustnya


 Sejarah mengatakan bahwa “holocaust” ( hitler ) benar ada nya..tetapi di lain sisi juga terdengar kabar bahwa itu hanya “rekayasa” biar dunia menganggap Hitler adalah penjahat perang yang gila dengan membantai kurang lebih 4-6 juta yahudi saat itu..tapi bagi saya tetap saja kalau pun ternyata holocaust itu nggak ada, Hitler bagi saya adalah setan berwujud manusia yang stress berat karena masa kecil nya kurang kasih sayang hahaha…berikut adalah sekilas kabar tersebut.

Valkyrie adalah prosedur pengamanan kota bila negara sedang terancam bahaya. Sejumlah pasukan yang sudah ditempatkan di sejumlah titik kota akan dengan serentak menguasai titik- titik penting Ibukota dan di seluruh propinsi bila menerima pesan gawat darurat. Mengambil setting Perang Dunia II, prosedur Valkyrie pernah digunakan untuk merebut pemerintahan Jerman dari rezim Adolf Hitler. Para pemberontak yang juga adalah sejumlah perwira tinggi militer dan departemen pertahanan Jerman merancang plot Valkyrie dengan cukup rapi. Setelah beberapa kali mengadakan rapat akhirnya diputuskan beberapa hal, yang pertama adalah pembunuhan terhadap A. Hitler dan Himmler ( kepala pasukan SS ).
Yang kedua, adalah mengaktifkan Valkyrie dengan perintah kepada pasukan Valkyrie bahwa Negara dalam keadaan gawat darurat, telah terjadi usaha pemberontakan, sang Fuhrer A. Hitler telah terbunuh dan memerintahkan untuk menangkap pasukan SS dan sejumlah tokoh –tokoh lainnya karena mereka adalah pemberontak. Tokoh- tokoh yang disebut dalam surat perintah Valkyrie ini tentunya adalah pengikut setia Hitler yang perlu segera “diamankan” dan pasukan SS harus segera dibekuk karena mereka adalah komponen militer yang paling setia kepada Hitler.
Adalah Kolonel Claus von Stauffenberg yang menggagas plot ini. Salah seorang perwira muda Jerman yang sangat menginginkan agar rezim A. Hitler segera berakhir. Dengan Valkyrie Kudeta yang dilakukan bersama kelompoknya diperkirakan akan terjadi sangat cepat dan dapat berakhir dengan kemenangan tanpa pertumpahan darah. Suatu keberhasilan yang sangat ideal , mengingat begitu besarnya dukungan seluruh rakyat Jerman kepada A. Hitler kala itu.
Namun apa mau dikata, ternyata sejarah berkata lain. Hitler ternyata selamat dari usaha pembunuhan 20 July 1944 tersebut, kudeta tersebut berhasil dipatahkan dan Kolonel Stauffenberg beserta kawan-kawannya dieksekusi mati. Film yang dibuat berdasarkan kisah nyata ini diperankan oleh Tom Cruise, Tom Wilkinson, Terence Stamp, dan lain -lain bermaksud menampilkan sisi heroisme dari seorang perwira yang berani menentang tirani. Para pemberontak berkeyakinan bahwa Adolf Hitler menjalankan perang yang salah. Mereka berpendapat dengan berperang menyerang Eropa, pasukan NAZI Jerman akan membawa Jerman dan seluruh Eropa ke gerbang kehancuran. Stauffenberg dan kawan- kawannya bermaksud berunding dengan negara- negara sekutu begitu rezim Hitler berhasil mereka runtuhkan. Bahkan hingga akhir hayatnya di ujung eksekusi, para pemberontak tersebut ditampilkan sangat heroik.
Sayang sebagai film yang mengangkat kisah nyata , Valkyrie tidak mencantumkan alasan kenapa A. Hitler berperang. Sehingga melihat pemberontak Stauffenberg dan kawan- kawannya yang ingin menyelamatkan Eropa menjadi sungguh menggelikan terutama apabila kita membaca sejarah. Sedang, Figur Hitler digambarkan sebagai seorang maniak yang gila kekuasaan dan perang yang ingin menguasai seluruh Eropa.
Tujuan Adolf Hitler Berperang
Di penghujung masa Perang Dunia I, Jerman menyatakan menyerah kalah dan menarik semua pasukannya dari Eropa. Situasi ini membuat para petinggi militer Jerman kebingungan kala itu, karena mereka merasa tidak kalah di medan pertempuran. Lalu kenapa mereka disuruh untuk menyerah dan mundur ? Hal ini membuat para petinggi militer Jerman diam- diam geram kepada pemimpin dan politisi Jerman. Ditambah pula kerugian yang diakibatkan oleh perjanjian Versailles (1919) yang amat merugikan Jerman. Isi dari perjanjian tersebut adalah pembatasan militer Jerman, penyerahan sejumlah wilayah- wilayah koloninya dan pembayaran sejumlah besar uang kepada negara- negara pemenang perang ( Inggris , Perancis dan Russia ) yang sangat mencekik senilai 28 miliar USD.
Sedangkan untuk pembiayaan perang dalam PD I, Jerman selalu membayarnya dengan mencetak uang bukan dengan uang pajak. Hasilnya adalah, seusai perang mata uang Marks runtuh nilainya. Didalam negeri, investasi hampir tidak ada lagi nilainya sementara kebanyakan orang melakukan transaksi dengan membarter barang dan sekitar 30% rakyat Jerman tidak bisa memiliki pekerjaan, singkatnya negara dalam keadaan “chaos”. Sementara Inggris dan Perancis mengancam akan meneruskan serangan bila Jerman tidak bisa memenuhi jadwal pembayaran. Hasilnya adalah legiun Perancis dan Belgia menduduki wilayah industri Jerman di Ruhr pada Januari 1923. Tujuan pasukan tersebut adalah untuk menduduki tambang-tambang emas Jerman dan mengalihkan outputnya ke Perancis. Namun akhirnya para pekerja tambang emas tersebut beramai- ramai melakukan mogok kerja dan meninggalkan tambang tersebut. Sungguh berbeda dengan rakyat Jerman, kaum Yahudi Jerman yang tinggal bersama rakyat Jerman hidup kaya raya sebagai pengusaha, bankir dan industriawan. Karakter Yahudi juga dikenal sangat tidak simpatik, kebanyakan Yahudi Jerman membatasi pergaulannya dengan orang selain Yahudi. Sifat mereka yang cenderung etnosentris mengakibatkan mereka sulit untuk berbaur serta sering memancing kecurigaan dan kecemburuan. Hitler juga mencurigai kaum Yahudi sebagai pemilik denyut nadi ekonomi Jerman yang selalu melarikan harta kekayaannya keluar Jerman dan menyokong musuh- musuh Jerman selama Perang Dunia I lewat pembiayaan. Itulah salah satu sebabnya mengapa Hitler dan NAZI nya menimpakan semua kesalahan atas kekalahan PD I kepada kaum Yahudi.
Adalah Adolf Hitler, veteran perang berpangkat Kopral yang menyajikan fakta- fakta ini sebagai butir- butir perjuangan partainya. Ia berusaha membuka mata rakyat Jerman yang telah dipermainkan sejumlah politisi. Ia pernah berkata,”mereka yang pernah menyuruh kita berperang atas nama negara tapi setelah kita hampir mencapai kemenangan mereka juga yang menyuruh kita untuk kalah”. Saat itu Jerman sangat terpukul dan terisolir kegiatan ekonominya namun kekuatan militernya masih tetap digdaya. Oleh karena itu, argumentasi A. Hitler untuk berperang waktu itu adalah argumentasi yang dapat diterima oleh hampir seluruh rakyat Jerman. Satu- satunya cara untuk mengembalikan martabat bangsa dan negara adalah mengadakan perang dengan sekutu ( Inggris , Perancis dan Russia ) dan membalas kekalahan yang pernah mereka derita.
Jadi adalah sangat menggelikan bila Kolonel Stauffenberg dan kawan- kawannya yang ditampilkan sebagai hero yang ingin menyelamatkan Eropa dari serangan ekspansif Hitler. Justru Jermanlah yang ingin berperang untuk membebaskan dirinya dari kungkungan perjanjian Versailles. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk merehabilitasi nama Adolf Hitler ataupun semua kejahatan yang pernah dilakukannya sebagai tiran. Terlepas dari semua kejahatannya, Adolf Hitler adalah seorang politisi yang cerdas sekaligus pemimpin militer yang kejam. Ia juga bukanlah pejabat korup, sebaliknya semua hartanya diserahkan kepada negara. Terlebih- lebih mengait- ngaitkannya kepada sebuah kelompok mistis tertentu adalah lebih tidak masuk akal. Namun kebencian terhadap figur ini perlu terus dipompa dari berbagai angle dan dari segala arah untuk mengingatkan opini umum akan peristiwa Holocaust. Sebagai peristiwa pembantaian yang paling mengerikan dalam sejarah manusia.
Holocaust atau Holohoax ?
Holocaust adalah nama dari peristiwa pembantaian Yahudi oleh NAZI Jerman. Program ini sering disebut solusi final NAZI Jerman kepada kaum Yahudi. Metodenya adalah dengan membangun kamp- kamp konsentrasi dimana seluruh orang Yahudi dikumpulkan untuk kemudian satu persatu dibunuh dengan cara dimasukkan ke kamar gas. Diperkirakan jumlah korban tewas Holocaust ini berkisar 4 juta jiwa. Lokasi kamp- kamp konsentrasi tersebar luas didalam Jerman (Auschwitz, Dachau, Buchenwald, dll. ) maupun di daerah –daerah pendudukan Jerman selama perang dunia II yang kesemua totalnya berjumlah 15,000 kamp.
Holo”hoax” adalah pelintiran kata dari Holocaust. Hoax adalah usaha yang disengaja untuk menipu atau membohongi orang lain untuk mempercayai keberadaan sesuatu yang tidak ada. Holohaux adalah usaha untuk menipu opini umum untuk mempercayai bahwa hal semacam Holocaust pernah ada didalam sejarah.
Adalah David John Cawdell Irving sejarawan asal Inggris yang membongkar kepalsuan teori Holocaust. Ia menyatakan bahwa Holocaust tidak pernah ada karena beberapa hal berikut :
  1. Istilah Holocaust tidak pernah ada selama Perang Dunia II ataupun pernah ditemukan disemua surat kabar dan media massa di masa itu. Istilah Holocaust baru muncul pertama kali di sekitar tahun 1970 an atau 25 tahun setelah Perang Dunia II berakhir.
  2. Tidak ditemukan satu dokumen atau arsip apapun yang menghubungkan A. Hitler dengan kata “Holocaust” dari jaman pemerintahannya. Atau tidak ada satu dokumen pun yang pernah menyebut-nyebut mengenai hal itu.
  3. Kapal induk teori Holocaust adalah keberadaan kamp konsentrasi Jerman yang berada di Auschwitz yang disebut sebagai kamp terbesar. Di tempat itulah, dikatakan ratusan ribu Yahudi dibantai dengan cara dimasukkan ke kamar gas. Namun, dari sisa- sisa gedung Auschwitz tidak ditemukan sedikitpun residu gas sianida yang seharusnya banyak tertempel di dinding- dinding gedung tersebut. Sebagian gedung tersebut masih berdiri. Keberadaan Holocaust di Auschwitz sudah pernah diuji oleh insinyur asal AS, Frederick Leuchter pada tahun 1988 yang sering menjadi konsultan penjara dan ahli dalam teknologi eksekusi . Tugas Leuchter adalah untuk memeriksa apakah gedung tersebut pernah digunakan untuk melakukan eksekusi dengan gas sianida ataukah gedung tersebut memungkinkan untuk melakukannya. Hasilnya adalah sama sekali tidak ditemukan residu gas sianida pada semua bagian gedung tersebut kecuali pada suatu bagian. Yang dibagian gedung tersebut adalah gas Zyklon B bukan digunakan untuk mengeksekusi tahanan melainkan untuk meng-disinfektan baju tahanan atau membersihkan baju- baju tahanan dari kuman. Hasil penelitian Leuchter kemudian disebut the Leuchter Report.
  4. Museum atau gedung Auschwitz yang sekarang sering diperlihatkan kepada turis adalah gedung palsu untuk kepentingan pariwisata yang baru dibangun pada tahun 1948 , yaitu 3 tahun setelah perang dunia II usai.
  5. Tidak ada satu pun dari sekian banyak dokumen perang atau dokumen militer yang ditemukan dari pihak NAZI Jerman yang pernah menyebut keberadaan Holocaust ataupun pembantaian massal terencana kepada kaum Yahudi atau satu pun yang menyebut pembantaian terencana dengan pemakaian kamar gas. Mengingat begitu besarnya skala peristiwa Holocaust yang digambarkan tersebut pastilah setidaknya ada sedikit arsip berupa surat atau file dokumen yang menyebut peristiwa itu.
  6. Jika benar Holocaust telah membantai 4 juta orang Yahudi maka diperkirakan Jerman perlu membunuh 60.000 orang per hari. Teori ini perlu dipertanyakan , karena yang pertama, bila mereka harus membunuh 60,000 orang per hari pihak Jerman sendiri dapat kehabisan gas sianida untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Yang kedua , untuk mengkremasi sebegitu besar jumlah mayat tersebut diperlukan 2000 ton arang per hari yang dimana hal ini sama sekali tidak ditemukan di semua lokasi yang disebut Holocaust.
  7. Kamp konsentrasi atau kamp kerja paksa tersebut memang benar adanya. Tetapi jumlah total yang tewas di Auschwitz hanya sekitar 66,000 orang. Sebagian besar korban kamp tewas karena kondisi kesehatan yang buruk dan kelaparan. Sebagian lainnya lagi meninggal karena eksekusi.
Memang tidak diragukan lagi bila A. Hitler dan partai NAZInya telah melakukan sejumlah kejahatan perang ( war crimes ) berupa pembantaian ke sejumlah warga sipil yang tidak bersalah atau kelompok- kelompok tertentu yang tidak disukainya.
Sebagai korban dari kejahatan perang, pada dasarnya semua korban sipil yang tidak bersalah selama Perang Dunia II yang menjadi korban pembunuhan yang disengaja oleh pihak militer musuh adalah kejahatan perang. Warga sipil Yahudi yang menjadi korban pembantaian semasa perang disebut sebagai korban kejahatan perang adalah bukan karena mereka Yahudi, melainkan adalah karena mereka warga sipil Yahudi. Faktanya, bangsa Yahudi bukanlah satu- satunya korban kejahatan perang yang terjadi semasa Perang Dunia II melainkan hampir seluruh warga sipil dunia pernah menjadi korban kejahatan perang pada masa itu termasuk warga sipil Jerman sendiri. Oleh karena itu kaum Yahudi menciptakan kata baru, “genocide” dan “holocaust” yang berarti pembantaian ras dan kemudian membuatnya seakan kejahatan NAZI Jerman hanya diperuntukkan kepada kaum Yahudi saja sebagai tujuan pemusnahan ras. Dengan cara ini mereka melakukan penipuan sejarah agar seluruh dunia merasa bersalah atas peristiwa Holocaust.
Hingga sekarang Holocaust digunakan untuk menggiring opini umum dunia dalam usaha pendirian negara Israel. Sebagai bangsa yang pernah menjadi korban pembantaian, kaum Yahudi merasa mendapat pembenaran untuk mendapatkan seluruh tanah Palestina. Oleh karena itulah, seberapa pun besarnya jumlah korban sipil yang jatuh dari warga Palestina tidak akan bisa menandingi kepedihan bangsa Yahudi yang pernah merasakan Holocaust. Seberapa banyakpun jumlah korban sipil Palestina yang mati tidak akan bisa menandingi 4 juta jiwa jumlah korban sipil Yahudi di Holocaust. Holocaust juga digunakan untuk penuntutan uang reparasi perang kepada pemerintah Jerman atas semua korban Yahudi Holocaust. Sekarang, setiap orang yang meragukan teori Holocaust akan dituding sebagai anti-semit, Neo-NAZI dan rasis. Atau sebutan yang terbaru sekarang adalah “Holocaust denier” (Penolak Holocaust). Termasuk David Irving sendiri yang sempat mengalami 3 tahun kurungan penjara oleh pemerintah Austria di Februari 2006 hanya karena menyajikan kesimpulannya sebagai sejarawan. Irving juga kehilangan kontrak bernilai jutaan dollar dari sejumlah penerbit besar hanya karena ia menolak untuk memasukkan peristiwa Holocaust didalam buku- bukunya.
Film- film anti NAZI Jerman seperti Valkyrie ( 2009 ), Defiance (2008), Downfall (2004), dan yang paling terkenal Schindler’s List (1993) dan lain-lainnya sengaja dikeluarkan terus – menerus untuk menggiring opini umum dunia agar percaya pada Holocaust. Bahkan, dalam kurun waktu 50 tahun terakhir David Irving mencatat telah ada 10,000 judul film yang mengisahkan kekejaman NAZI Jerman atau Hitler
Dan kalau mau mencari pembuktian nya sekarang, mungkin percuma saja karena orang-orang atau saksi nya yang tau kejadian sebenarnya pun sudah mokat. Hahaha.. kesel juga saya dengan sejarah-sejarah dunia yang “gajebo” gini..sama halnya Supersemar, kasus J.F.K, dan lain-lain sama-sama tidak terungkap yang benar yang mana?? Meskipun kita semua tahu cerita sejarahnya tapi tidak ada pembuktian yang jelas dan benar!.