Tuesday, May 8, 2012

Biografi B.J Habibie


Nama Lengkap : Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie
Nama Populer : BJ Habibie
Tempat/ Tgl Lahir : Pare- Pare, 25 Juni 1936
 
Presiden ketiga Republik Indonesia, BacharuddinJusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempatdari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul JalilHabibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo.Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifattegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkanHabibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punyakegemaran menunggang kuda ini, harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Tak lamasetelah bapaknya meninggal, Habibie pindah keBandung untuk menuntut ilmu di GouvernmentsMiddlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk Universitas Indonesia diBandung (Sekarang ITB). Beliau mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule,Jerman tahun 1960 yang kemudian mendapatkan gekar Doktor dari tempat yang samatahun 1965. Habibie menikah tahun 1962, dan dikaruniai dua orang anak. Tahun 1967,menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung.Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagumnamun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliauselalu menjadi berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliahhingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikatSumma Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB GmbhJerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT,memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi WakilPresiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RImenggantikan Soeharto. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibatrefrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukimke Jerman.
Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang :* VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.* Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.* Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).* Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )* CN - 235* N-250* dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:· Helikopter BO-105.· Multi Role Combat Aircraft (MRCA).· Beberapa proyek rudal dan satelit.Sebagian Tanda Jasa/Kehormatannya :* 1976 - 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.* 1978 - 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.* Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT* 1978 - 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).* 1978 - 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.* 1980 - 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No.40, 1980)* 1983 - 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).* 1988 - 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.* 1989 - 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.* 1990 - 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.* 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.* 10 Maret - 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia* 21 Mei 1998 - Oktober 1999 Presiden Republik IndonesiaPengangkatan Habibie sebagai PresidenSidang Istimewa MPR yang mengukuhkan Habibie sebagai Presiden, ditentang olehgelombang demonstrasi dari puluhan ribu mahasiswa dan rakyat di Jakarta dan di kota-kota lain. Gelombang demonstrasi ini memuncak dalam peristiwaTragedi Semanggi,yang menewaskan 18 orang.Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama denganDanaMoneter Internasionaluntuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu,Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadapmedia massadankebebasan berekspresi.Presiden BJ Habibie mengambil prakarsa untuk melakukan koreksi. Sejumlah tahanan politik dilepaskan.Sri Bintang PamungkasdanMuchtar Pakpahandibebaskan, tiga harisetelah Habibie menjabat. Tahanan politik dibebaskan secara bergelombang. Tetapi, Budiman Sudjatmikodan beberapa petinggiPartai Rakyat Demokratik baru dibebaskan pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Setelah Habibie membebaskan tahanan politik,tahanan politik baru muncul. Sejumlah aktivis mahasiswa diadili atas tuduhan menghina pemerintah atau menghina kepala negara. Desakan meminta pertanggungjawaban militer yang terjerat pelanggaran HAM tak bisa dilangsungkan karena kuatnya proteksi politik.Bahkan,sejumlah perwira militer yang olehMahkamah Militer Jakarta telah dihukumdan dipecat karena terlibat penculikan, kini telah kembali duduk dalam jabatan struktural.Beberapa langkah perubahan diambil oleh Habibie, seperti liberalisasi parpol, pemberiankebebasan pers, kebebasan berpendapat, dan pencabutan UU Subversi. Walaupun begituHabibie juga sempat tergoda meloloskanUU Penanggulangan Keadaan Bahaya, namunurung dilakukan karena besarnya tekanan politik dan kejadian Tragedi Semanggi II yangmenewaskan mahasiswaUI, Yun Hap.Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkanTimor Timur untuk mengadakanreferendumyang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dariIndonesia pada Oktober 1999.Keputusan tersebutterbukti tidak populer di mata masyarakat sehingga hingga kini pun masa pemerintahanHabibie sering dianggap sebagai salah satu masa kelam dalamsejarah Indonesia.
1999

Kekerasan etnis/agama terjadi di Maluku

Pemisahan Timor Timur menjadi negara merdeka melalui referendum yangdisponsori oleh PBB; konflik antar pro-kemerdekaan dan pro-Indonesiamenimbulkan banyak korban jiwa.

Pemilu 1999- Pemilihan umum yang bebas diselenggarakan di Indonesia

Pengangkatan Abdurrahman Wahid sebagai PresidenPadapemiluyang diselenggarakan pada1999(lihat:Pemilu 1999

), partaiPDI-P pimpinanMegawati Soekarnoputri berhasil meraih suara terbanyak (sekitar 35%). Tetapikarena jabatanpresidenmasih dipilih olehMPR saat itu, Megawati tidak secara langsungmenjadi presiden.Abdurrahman Wahid, pemimpinPKB, partai dengan suara terbanyak kedua saat itu, terpilih kemudian sebagai presiden Indonesia ke-4. Megawati sendiridipilih Gus Dur sebagaiwakil presiden.Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakanseparatisme yang makin berkembang diAceh, MalukudanPapua.Selain itu, banyak kebijakanAbdurrahman Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR.Pencapaian dan Perspektif ReformasiPemerintahan B.J. Habibie


























0 comments:

Post a Comment